Akhir semester lima. Demam hinggap mewarnai rutinitasku. Bukan hanya demam biasa, tapi juga demam yang mengguyur pikiranku yang kala itu tengah diterjang laporan yang bertubi-tubi proses penganalisaannya. Laporan pertama membutuhkan perencanaan, penyelesaian hingga pengembangan dari sebuah kasus, laporan kedua dituntut untuk memiliki daya imajinatif yang tinggi hingga dapat berbentuk rangkaian usaha, dan laporan ketiga membutuhkan pemikiran yang dapat memicu peningkatan kehidupan masyarakat dengan usulan-usulan kebijakan yang akan dicanangkan terhadap suatu daerah. Tiga serangkai ini sepertinya memang sudah bersahabat sejak lama, namun terpisahkan oleh waktu dan akhirnya dipertemukan olehku. Entah jurus ampuh apa yang mereka miliki hingga dimanapun aku berada, tak ada satupun yang kelupaan. Ehh lupa !!! Perkenalkan, aku Faradiny Wiratmadja. Sapaan akrabku diny, tapi ga jarang juga dipanggil farah. Filosofi namaku itu entah didapatkan di mana. Mungkin orangtuaku sudah mempunyai feeling bahwa anaknya ini akan menjadi anak yang faraah banget sejak menginjak usia dini, hehehe. Dan Wiratmadja itu adalah nama yang berhubungan dengan papaku sendiri yang dari dulu hingga sekarang berkecimpung di dunia wiraswasta yang meski telah ditipu ribuan kali akan tetap tahan banting bagaikan baja. Jadilah Wiratmadja, huhuuhu peace deeh pa J...
tulisan ini akan panjang, membosankan dan SANGAT TIDAK JELAS (silahkan di baca kalau anda kurang kerjaan atau penasaran tapi jangan berharap dapat sesuatu baca tulisan ini)
tulisan ini sebagian besar tulisan orang lain tapi mohon maaf karena sumber tulisan asli yang saya kutip tidak bisa saya sertakan di sini
tulisan ini sangat banyak bagian yang saya "potong" jadi mungkin anda akan mendapat bagian yang sedikit tidak nyambung
Tiga keindahan hakiki dari hidup,
kebebasan jiwa, bebas dan lepas
kehangatan hati, hangat dan nyaman